Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility
Berita

Menghidupkan Nilai Demokrasi dari Akar Rumput: Dosen Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP UNRI Ajak Masyarakat Bangun Demokrasi yang Adil dan Inklusif

Oktober 19, 2025
Ilmu Pemerintahan
0 tayangan
Menghidupkan Nilai Demokrasi dari Akar Rumput: Dosen Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP UNRI Ajak Masyarakat Bangun Demokrasi yang Adil dan Inklusif

Pekanbaru, 19 Oktober 2025 — Dalam rangka memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai demokrasi yang partisipatif dan berkeadilan, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Riau (UNRI) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat menggelar Sosialisasi Demokrasi dengan tema “Pengembangan Demokrasi yang Inklusif.”

Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 19 Oktober 2025, bertempat di Posyandu RW.08, Kelurahan Sialang Sakti, dihadiri oleh tokoh masyarakat, perangkat kelurahan, mahasiswa, serta warga setempat.

Acara ini menghadirkan Agus Susanto, S.IP., M.IP, Dosen Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Riau, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Agus menegaskan bahwa demokrasi yang sehat dan berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat mendapatkan ruang yang sama dalam proses politik dan pengambilan keputusan.

“Demokrasi inklusif berarti membuka ruang partisipasi bagi semua kelompok masyarakat, tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, maupun gender. Ketika semua warga merasa didengar dan dihargai, di situlah demokrasi menemukan maknanya,” ujar Agus Susanto.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa praktik demokrasi di tingkat lokal sering kali dihadapkan pada tantangan berupa rendahnya partisipasi masyarakat dalam proses perumusan kebijakan publik. Menurutnya, edukasi politik menjadi kunci dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya partisipasi aktif dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat dan mahasiswa dalam memahami konsep-konsep demokrasi secara praktis. Melalui sesi diskusi, peserta diajak menelaah bagaimana nilai-nilai demokrasi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks pemerintahan desa dan kelurahan.

Suasana kegiatan berlangsung dinamis dan penuh antusiasme. Peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait partisipasi publik, peran generasi muda, serta pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan. Agus menanggapi setiap pertanyaan dengan lugas dan memberikan contoh nyata yang relevan dengan kondisi sosial masyarakat di Kuantan Singingi.

“Demokrasi bukan hanya tentang pemilu, tetapi tentang bagaimana warga berdaya, mampu menyampaikan aspirasi, dan ikut menentukan arah pembangunan daerahnya,” tambah Agus.

Selain itu, Agus juga menekankan pentingnya pendidikan politik berbasis nilai-nilai lokal, agar demokrasi dapat tumbuh sesuai dengan karakter masyarakat setempat. Menurutnya, universitas memiliki peran strategis untuk menjadi jembatan antara dunia akademik dan masyarakat dalam memperkuat budaya demokrasi yang inklusif dan berkeadaban.

Kegiatan Sosialisasi Demokrasi ini ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan kenang-kenangan antara narasumber, panitia, dan peserta. Momen ini menjadi simbol komitmen bersama untuk terus menanamkan nilai-nilai demokrasi, toleransi, dan partisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui kegiatan seperti ini, Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Riau menunjukkan kontribusinya dalam membangun kesadaran politik masyarakat serta memperkuat peran akademisi dalam mendukung pembangunan demokrasi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

-MF-